MGMP IPS Indramayu: Model Pembelajaran
Perang Armagedon di Bumi Semar

Perang Armagedon di Bumi Semar

 


Kalau lihat judulnya seperti judul film atau cerita pewayangan. Padahal ini merupakan singkatan dari Perang Armagedon singkatan dari Pembelajaran kreatif di Masa Pandemi Covid-19 Berbasis Digital. Sedangkan Bumi Semar singkatan dari Bumi Semar singkatan dari Baca Ulaskan, Mencipta Infografis, Sinergi Eksplorasi dan Menanggapi Aktif Responsif, yakni materi yang dibawakan oleh Bapak Bahar Sungkowo, S.Pd M.Pd guru SMP Internat Alkausar Kabupaten Sukabumi. 


Materi yang dibawakan oleh Bapak Bahar Sungkowo, S.Pd M.Pd tersebut diberikan kepada peserta webinar FKGIPS PGRI Jawa Barat tanggal 16 September 2020 lalu yang diikuti oleh lebih dari 400-an guru IPS dari berbagai daerah di Jawa Barat. 


Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, maka Pembelajaran Jarak Jauh merupakan salah satu solusinya. Tetapi dalam pembelajaran tersebut guru harus memperhatikan juga berbagai kondisi yang dihadapi oleh peserta didik seperti ketiadaan gawai atau smartphone, jaringan yang kurang stabil, kuota internet, serta kondisi psikis seperti bosan, malas, dan lainnya saat mengikuti PJJ.


Untuk menarik minat siswa mengikuti kegiatan Pembelajaran jarak jauh maka berbagai cara harus dilakukan oleh guru salah satunya dengan Pembelajaran Era Daring Aneka Ragam Metode Game Edukasi Online (Perang Armagedon). 


Berbagai game menarik layak dicoba oleh bapak dan ibu guru seperti menggunakan Armagedon singkatan dari Aneka Ragam Metode dan Game Online dengan menggunakan (Baamboozle, Jeoprady, Classtool), ES MAMBO (Blending, Learning Edpuzzle), Model Cino Blended Learning. ES MAMBO singkatan dari LMS Edmodo, Sway, Main Memory Recall, Baamboozle. 


Berikutnya guru juga harus membuat Konsep Pandemi, Tapi pandemi disini berbeda karena PANDEMI merupakan singkatan juga yakni Pembelajaran Aktif, Nyatakan, Digitalisasi, Elaborasi, Mencipta, dan Evaluasi.   


Selain itu guru harus mencoba model pembelajaran : 

1. Sayonara yakni singkatan dari Sway, Youtube dan Nalar Rasional. 

2. Quebec (Quipper, Edpuzzle, Baamboozle, dan Canva)

3. Pasyuba (Padlet, Youtube, Baamboozle) 


Sementara Cino Blending Learning sendiri merupakan singkatan dari Combinated, Integrated, Nice dan Opinion). Dimana Combinate artinya mengkombinasikan konsep sinkron dan asinkron dikombinasikan dengan aplikasi yang ada. 


Integrated artinya aplikasi yang dikombinasikan memiliki kekuatan integrasi yang saling melengkapi sehingga memudahkan siswa belajar. 


Nice artinya bagus/cantik/indah maksudnya adalah Blended Learning ini memberikan tampilan yang menarik, bagus, indah dan tidak membosankan siswa/banyak variasi yang menarik. 


Opinion artinya opini maksudnya untuk menumbuhkan motivasi mengemukakan opini siswa dalam mempelajari materi berkait hal kekinian (menghubungkan Covid-19) dengan materi yang dipelajari.


Selain itu ada model pembelajaran yang bisa dicoba oleh bapak guru bernama Model APEL DAUN yang merupakan singkatan dari Apersepsi, Pelajari, Dalami, Analisisi, Ungkapkan dan Nilai. 


Hasil yang diharapkan dari Model Apel Daun adalah Responsif Positif, Siswa lebih termotivasi dalam pembelajaran, dan prestasi belajar memuaskan. 


Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat bagi bapak dan ibu guru semua. 



Materi Perang Armagedon di Bumi Semar  oleh Bapak Bahar  Sungkowo, S.Pd M.Pd
silakan 


Materi Pedagogi Kreatif dalam pembelajaran IPS pada masa Covid-19 oleh Prof. Nana Supriatna silakan 


Materi Peran Kepala Sekolah Dalam Pelaksanaan PJJ Pada Masa Pandemi Covid 19 oleh Ibu Suciati Kepala SMPN 53 Bandung silakan 





Model Pembelajaran Discovery-Inquiry Learning

Model Pembelajaran Discovery-Inquiry Learning

Model pembelajaran Discovery-Inquiry adalah model pembelajaran dengan tujuan untuk pencarian makna belajar. Individu yang belajar dimotivasi untuk meningkatkan kompleksitas struktur intelektualnya agar dapat memproses suatu informasi dan mencari secara kontinyu untuk membuat suatu perencanaan sehingga lebih bermakna. Pembelajaran discovery (temuan) mengacu pada situasi pembelajaran, upaya siswa mencapai tujuan pengajaran dengan bimbingan yang sangat terbatas atau tanpa bimbingan sama sekali oleh guru.


Model Pembelajaran Bauran (Blended Learning)

Model Pembelajaran Bauran (Blended Learning)

Apa sih yang dimaksud dengan Model Pembelajaran Bauran?. Pembelajaran Bauran atau Blended Learning merupakan sebuah model pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pengajaran, dan gaya pembelajaran, memperkenalkan berbagai pilihan media dialog antara fasilitator dengan orang yang mendapat pengajaran. Blended learning juga sebagai sebuah kombinasi pengajaran langsung (face-to-face) dan pengajaran online, tapi lebih dari itu sebagai elemen atau bagian dari interaksi sosial.

Belajar dan Bermain Mind Mapping

Belajar dan Bermain Mind Mapping

Mind Mapping (Dok. Elfi Zulfrida)

Oleh: Elfi Zufrida 

Sebagai seorang guru, tentu ada hal yang sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Setelah uluk salam, kemudian dilanjutkan dengan berdoa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, memberi sambutan, mengabsen dan sedikit ice breaking. 

Model Pembelajaran Suit atau Suten

Model Pembelajaran Suit atau Suten

Suit atau Suten

Permainan ini sangat gampang dimainkan. Siswa akan sangat antusias dan pembelajaran ini dan dijamin menyenangkan. Karena bentuknya permainan yang bisa dimainkan oleh siswa dan caranya sudah umum diketahui oleh siswa. 

Model Pembelajaran Game Benar Salah

Model Pembelajaran Game Benar Salah


Pada dasarnya anak-anak senang dengan yang namanya permainan. Begitu juga saat pembelajaran di kelas. Oleh karena itu guru atau pendidik harus mencari cara agar siswa betah dan tertarik dengan materi yang diajarkan di kelas dengan mengajak mereka belajar sambil bermain. 

Model Pembelajaran Timeline dan KWL Graphic Ala Australia

Model Pembelajaran Timeline dan KWL Graphic Ala Australia

Timeline

Setiap negara memiliki kurikulum dan cara pengajaran yang berbeda-beda.Termasuk dengan pembelajaran yang ada di negara tetangga sebelah selatan Indonesia yakni Aussie atau Australia. Di Australia RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) hanya 1 lembar berbeda dengan di Indonesia yang berlembar-lembar. 

Di negara Australia, guru-guru yang akan masuk ke kelas tidak membawa buku teks atau buku LKS (Lembar Kerja Siswa). Tetapi membawa toolsbox yang isinya peralatan untuk pembelajaran. Dan itu dilakukan tiap hari, bukan hanya pada saat Lesson Study atau ada Visitasi pengawas saja. 

Salah satunya adalah dengan menggunakan model pembelajaran Timelines atau garis waktu. Timelines graph biasanya digunakan untuk periodeisasi berdasarkan urutan waktu. Model pembelajaran ini cocok untuk kegiatan literasi sejarah. 

Misalnya peserta didik diminta membaca materi lalu mengurutkan peristiwa berdasarkan periode waktu dalam diagram tersebut. Bapak dan ibu guru mungkin pernah atau sering melakukannya. Sederhana tetapi sangat baik merangsang anak untuk mengajak anak berpikir kritis. 


Selain Timelines, guru juga bisa menggunakan KWL Graphic atau KWL Chart. KWL singkatan dari Know What Learn yang terdiri dari 3 pertanyaan yaitu : 

Apa yang kamu tahu? 
Apa yang ingin kamu tahu? 
Apa yang kamu pelajari? 

KWL Graphic ini digunakan untuk mengeksplorasi : 
- bekal pengetahuan siswa pada tema atau materi tertentu 
- mengajarkan anak untuk "bertanya" 
- mengajarkan anak untuk merefleksikan apa yang sudah dipelajari 

KWL graphic ini bisa digunakan untuk semua mata pelajaran atau materi umum. KWL graph merupakan alternatif untuk meminta anak membuat pertanyaan. Tanpa memerintahnya (biar tidak terkesan kaku). Misalnya bapak ibu guru membuka pembelajaran dengan gambar, video, atau cerita tentang tema tertentu, misalnya materi tentang sampah. 

Lalu peserta didik akan dibagikan KWL graphic untuk  menuliskan : 
- apa yang mereka ketahui tentang sampai di kolom pertama 
- apa yang ingin mereka ketahui di kolom kedua ‬
- Lalu dari berbagai pertanyaan tersebut disaring lalu didiskusikan. Hasil diskusi tersebut dituliskan di kolom ketiga sebagai resume atau kesimpulan. 

Nah itulah materi tentang pembiasaan berpikir kritis yang diterapkan di negara Australia. Bapak dan ibu guru bisa mencobanya di sekolah masing-masing. Artikel dari Bapak Budi Setyarso dari grup Edukasi IPS 4.