Home » , » Model Pembelajaran Timeline dan KWL Graphic Ala Australia

Model Pembelajaran Timeline dan KWL Graphic Ala Australia

Timeline

Setiap negara memiliki kurikulum dan cara pengajaran yang berbeda-beda.Termasuk dengan pembelajaran yang ada di negara tetangga sebelah selatan Indonesia yakni Aussie atau Australia. Di Australia RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) hanya 1 lembar berbeda dengan di Indonesia yang berlembar-lembar. 

Di negara Australia, guru-guru yang akan masuk ke kelas tidak membawa buku teks atau buku LKS (Lembar Kerja Siswa). Tetapi membawa toolsbox yang isinya peralatan untuk pembelajaran. Dan itu dilakukan tiap hari, bukan hanya pada saat Lesson Study atau ada Visitasi pengawas saja. 

Salah satunya adalah dengan menggunakan model pembelajaran Timelines atau garis waktu. Timelines graph biasanya digunakan untuk periodeisasi berdasarkan urutan waktu. Model pembelajaran ini cocok untuk kegiatan literasi sejarah. 

Misalnya peserta didik diminta membaca materi lalu mengurutkan peristiwa berdasarkan periode waktu dalam diagram tersebut. Bapak dan ibu guru mungkin pernah atau sering melakukannya. Sederhana tetapi sangat baik merangsang anak untuk mengajak anak berpikir kritis. 


Selain Timelines, guru juga bisa menggunakan KWL Graphic atau KWL Chart. KWL singkatan dari Know What Learn yang terdiri dari 3 pertanyaan yaitu : 

Apa yang kamu tahu? 
Apa yang ingin kamu tahu? 
Apa yang kamu pelajari? 

KWL Graphic ini digunakan untuk mengeksplorasi : 
- bekal pengetahuan siswa pada tema atau materi tertentu 
- mengajarkan anak untuk "bertanya" 
- mengajarkan anak untuk merefleksikan apa yang sudah dipelajari 

KWL graphic ini bisa digunakan untuk semua mata pelajaran atau materi umum. KWL graph merupakan alternatif untuk meminta anak membuat pertanyaan. Tanpa memerintahnya (biar tidak terkesan kaku). Misalnya bapak ibu guru membuka pembelajaran dengan gambar, video, atau cerita tentang tema tertentu, misalnya materi tentang sampah. 

Lalu peserta didik akan dibagikan KWL graphic untuk  menuliskan : 
- apa yang mereka ketahui tentang sampai di kolom pertama 
- apa yang ingin mereka ketahui di kolom kedua ‬
- Lalu dari berbagai pertanyaan tersebut disaring lalu didiskusikan. Hasil diskusi tersebut dituliskan di kolom ketiga sebagai resume atau kesimpulan. 

Nah itulah materi tentang pembiasaan berpikir kritis yang diterapkan di negara Australia. Bapak dan ibu guru bisa mencobanya di sekolah masing-masing. Artikel dari Bapak Budi Setyarso dari grup Edukasi IPS 4.

0 Comments:

Post a Comment