Home » , » Kumpulan Permainan Menarik Saat Mengajar Bagian 4

Kumpulan Permainan Menarik Saat Mengajar Bagian 4

Ilustrasi belajar sambil bermain (Dok. Didno)

Banyak hal yang dilakukan oleh seorang guru pada saat berada di dalam kelas. Dari mulai pembukaan sebelum memulai belajar, menyampaikan materi hingga menutup dengan menarik kesimpulan atau evaluasi. 


Banyak cara yang bisa dilakukan oleh guru untuk menarik siswa agar tidak bosan di kelas dan mengajak mereka bergerak dan beraktivitas salah satunya dengan mengadakan permainan baik di dalam maupun di luar kelas. 


Permainan ini tentu sangat menarik dilakukan bersama peserta didik. Ada banyak permainan yang bisa dilakukan oleh guru di kelas maupun di luar kelas yang dirangkum dari buku “60 Games Untuk Mengajar Pembuka dan Penutup Kelas” Terbitan Lukita Yogyakarta tahun 2012. 


Berikut kumpulan permainan menarik saat mengajar :

31. Atraksi Balok
Peserta : 3 - 5 orang per kelompok
Usia         : 4 - 7 tahun
Waktu : 10 - 20 menit 
Lokasi : Dalam ruangan / luar ruangan
Alat dan Bahan : Potongan-potongan balok dalam berbagai bentuk (seperti yang dipakai untuk mainan anak-anak)
Tujuan : Melatih kerjasama dalam kelompok

Deskripsi :
Guru memberikan instruksi kepada siswa untuk mendirikan sebuah bangunan dengan balok. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok. Kelompok duduk dalam bentuk lingkaran, sebaiknya di lantai. Masing-masing peserta mendapatkan potongan-pototngan balok dalam jumlah yang sama (3 hingga 5). Setiap kali hanya satu orang yang boleh berdiri dan meletakkan satu buah balok dalam lingkaran yan sebelumnya sudah disiapkan. Begitu seterusnya hingga balok habis dan menghasilkan bangunan.

Prosedur :
(1). Guru membentuk kelompok dengan bebas dan secara acak, kemudian masing-msing kelompok disuruh duduk dengan posisi melingkar.
(2). Kemudian guru mengambil balok dan menerangkan bahwa dengan potongan-potongan balok tersebut siswa ditugaskan untuk membuat banunan di tengah lingkaran. Satu hal yang perlu diingat adalah peraturan games ini yakni setiap kali kesempatan hanya satu siswa yang boleh berdiri dan meletakkan satu potongan balok, sementara teman lainnya masih duduk dengan membuat lingkaran bersama kelompoknya.
(3). Setelah itu permainan di mulai, masing-masing kelompok diperintahkan untuk bersiap-siap.
(4). Setelah hitungan ketiga, permainan dimulai. Satu orang dipanggil untuk meletakkan balok dan jika sudah selesai diperintahkan duduk kembali. Kemudian diteruskan oleh teman lainnya. Dalam permainan ini, peserta yang sedang tidak mendapatkan giliran harus duduk, dan baru boleh berdiri setelah temannya yang berlaga selesai melaksanakan tugasnya.
(5). Permainan berakhir jika semua potongan sudah terpakai. Perlu diperhatikan, selama permainan berlangsung tidak ada yang bicara.

Variasi :
Permainan ini dapat divariasi dengan tugas yang berbeda meskipun teknik bermainnya sama. Misalkan setiap siswa bukan meletakkan balok tetapi memindahkan batu dari satu lingkaran ke lingkaran lain atau menumpuk pecahan genting atau uang receh secara rapi.

32. Formasi Angka
Peserta : 20 siswa hingga tak terbatas
Usia         : 6 - 12 tahun
Waktu : 10 - 20 menit
Lokasi : Di luar ruangan
Alat dan Bahan : Tidak ada
Tujuan : Melatih imajinasi dan membangun kerjasama yang solid.

Deskripsi :
Guru memberikan instruksi kepada masing-masing kelompok untuk membuat barisa sesuai dengan perintah formasi angka yang ditentukan. Misalnya guru mengucapkan angka 1, maka setiap kelompok membentuk angka 1. Begitu seterusnya hingga lancar. Jika sudah lancar, maka formasi kelompoknya bisa digabung misalnya 2 kelompok menjadi 1,  kemudian 3 kelompok menjadi 1, dan terakhir seluruh kelompok menjadi 1 dengan formasi angka yang berubah-ubah.

Prosedur :
(1). Guru membentuk kelompok yang masing-masing terdiri dari 10 - 15 sesuai dengan jumlah siswa keseluruhan. Seyogianya dalam kelompok ini jumlahnya sama.
(2). Guru mengucapkan angka 1, maka setiap kelompok berbaris membentuk angka 1. Begitu seterusnya hingga lancar. Selanjutnya guru menjelaskan bahwa setiap ada perintah "buat formasi satu" maka setiap kelompok harus berbaris membentuk angka satu. Begitu pula jika ada perintah "buat formasi dua" maka kelompok harus membentuk angka dua.
(3). Setelah beberapa kali dipraktikkan dan siswa sudah lancar dalam koordinasi kelompoknya, aka kemudian formasi kelompok bisa diubah dengan menggabungkan 2 kelompok menjadi 1, jika jumlah peserta banyak misalnya lebih dari 4 kelomok maka penggabungan kelompok bisa dilanjutkan lagi. Akhirnya seluruh siswa tergabung menjadi 1 kelompok.

Variasi :
Untuk formasinya bisa diubah-ubah dengan formasi tidak hanya berupa angka tetapi juga dapat berupa huruf, sehingga jika ada beberapa kelompok maka bisa dibuat menjadi formasi kata. Misalnya formasi "Buku" maka kelompok membuat formasi barisan berbentuk kata "buku" atau juga dengan membentuk suatu benda, misalnya formasi "RODA" maka kelompok membuat lingkaran, dll.

33. Lukis Imajinasi
Peserta : Individu
Usia   : 9 tahun ke atas
Waktu : 5 - 10 menit
Lokasi : Di dalam ruangan
Alat dan Bahan : Pensil/pulpen dan buku tulis
Tujuan : Melatih analisa gambar dan menjelaskan kepada orang lain dan juga memahami suatu perintah lalu menuangkan dalam bentuk lukisan

Deskripsi :
Seorang siswa diperintahkan untuk menceritakan suatu gambar di depan kelas. Kemudian siswa yang lain melukis sesuai apa yang diceritakan oleh temannya tersebut. Untuk pertama-tama, bisa dimulai dengan gambar-gambar sederhana, jika sudah benar maka dapat dilanjutkan dengan gambar-gambar yang variatif.

Prosedur :
(1). Guru menginstruksikan kepada siswa agar menyiapkan alat tulis berupa buku dan pensil.
(2). Kemudian menyuruh salah satu siswa untuk menjadi peraga dan maju ke depan.
(3). Setelah itu guru memberikan secarik kertas rahasia yang hanya boleh dibuka dan diketahui oleh si peraga tersebut. Dalam kertas itu berisi gambar sederhana, misalnya gambar lingkaran, kotak, segitiga, garis lurus, dan sebagainya.
(4). Selanjutnya, si peraga kemudian memberi perintahdengan lisan atau menceritakan gambar yang dimaksud misalnya gambarnya lingkaran, ia mengucapkan, "Buatlah sebuah lingkaran!", jika kotak ia mengucapkan, "Buatlah kotak!" dan lain sebagainya. Untuk satu gambar utuh, sebaiknya satu pemeraga yang maju ke depan. Sehingga setiap gambar akan berganti-ganti yang memberikan instruksi.
(5). Jika dengan gambar-gambar sederhana siswa sudah mampu, maka bisa dimodifikasi dengan gambar perpaduan seperti :
(6). Untuk gambar-gambar tersebut, si peraga diberikan kebebasan untuk memberikan instruksinya, yang terpenting di sampaikan dengan lisan ataupun isyarat, bukan dengan menunjukkan gambarnya kepada siswa lain.
(7). Untuk penilaian, guru sebaiknya tidak menilai dengan benar atau salah, melainkan siapa siswa yang gambarnya menyerupai dengan apa yang diperintahkna. Sehingga semua hasil kreativitas tetap mendapat penghargaan.

Variasi :
Games ini dapat diberikan variasi yakni dengan membuat gambar yang dipadukan dengan huruf atau angka seperti dalam contoh berikut:

34. Melukis bersambung
Peserta : Kelompok
Usia         : 9 tahun ke atas
Waktu : 10 - 15 menit
Lokasi : Di dalam ruangan
Alat dan Bahan : Potongan kertas dan alat tulis
Tujuan : Memadukan ide yang berbeda dalam satu tujuan dan menghargai hasil karya orang lain.

Deskripsi :
Siswa diajak melukis satu bentuk manusia atau binatang . Tetapi masing-masing bagian dilakukan oleh siswa yang berbeda. Misalkan salah satu siswa membuat kepala, sedangkan yang lain membuat leher, perut beserta tangan, dan kaki. Setelah selesai, digabungkan dengan direkatkan memakai lem kertas. 

Prosedur :
(1). Guru mengelompokkan siswa ke dalam beberapa kelompok sesuai jumlah siswa. Masing-masing kelompok setidaknya berjumlah 5 anak.
(2). Berikutnya guru membagikan potongan kertas kepada seluruh siswa. 
(3). Setelah itu memberikan instruksi agar setiap kelompok menggambar manusia atau binatang. Dengan ketentuan setiap siswa hanya diperbolehkan menggambar satu bagian, misalnya dalam satu kelompok ada 3 siswa maka seorang menggambar kepala dan leher, siswa kedua menggambar perut dan tangan, sedangkan terakhir menggambar bagian kaki.

Variasi :
Games ini dapat divariasi dengan menggabungkan potongan gambar dalam beberapa kertas untuk direkatkan kembali menjadi satu gambar sebagaimana mula. Caranya satu gambar misalnya gambar binatang, kemudian dipotong menjadi 3 - 4 bagian. Setelah itu, setiap siswa dalam satu kelompok diberi satu potongan, maka tugas berikutnya melekatkan kembali potongan-potongan gambar tersebut menjadi satu.

35. Piknik di Kebun Binatang
Peserta : Seluruh siswa
Usia : 5 - 10 tahun
Waktu : 5 - 10 menit
Lokasi : Di dalam ruangan
Alat dan Bahan : Gambar hewan
Tujuan : Siswa mengenal dan memperagakan suara hewan

Deskripsi :
Guru menunjukkan gambar hewan kepada siswa. Jika guru menunjukkan gambar ayam, maka siswa harus berkokok seperti ayam. Jika gambar ular, siswa harus mendesis layaknya ular. Jika kambing siswa mengembik, kuda-meringkik, singa-mengaum, sapi-melenguh, tikus-mencicit, dan sebagainya.

Prosedur :
(1). Guru menyiapkan gambar aneka satwa.
(2). Setelah itu memberikan instruksi kepada siswa jika nanti ditunjukkan gambar tertentu siswa harus bersuara seperti gambar yang ditunjuk tersebut.
(3). Kemudian, guru memulai dengan menunjukkan gambar yang ada.
Variasi :
Jika di luar ruangan, siswa dapat diperintahkna sekaligus memeragakan cara berjalan hewan yang ditunjuk. Misalnya sapi berjalan dengan kaki empat, ayam dengan kaki dua, burung dengan sayap, monyet dengan tangan dan kakinya, dan sebagainya.

36. Sayembara Uang
Peserta : Individu
Usia   : 5 - 12 tahun
Waktu : 5 menit
Lokasi : Fleksibel
Alat dan Bahan : Satu lembar uang kertas dan segelas air putih
Tujuan : Merangsang daya kreativitas dalam memecahkan masalah

Deskripsi :
Guru menaruh selembar uang kertas di atas meja. Kemudian di atasnya ditindih engan segelas air putih. Siapa yang bisa mengambil uang kertas tersebut tanpa menumpahkan air dalam gelas sedikitpun maka ia adalah pemenangnya.

Prosedur :
(1). Guru memberikan motivasi kuat agar semua siswa berani mencoba. Setiap siswa harus mencoba untuk melakukannya.
(2). Setelah siap guru kemudian menjelaskan aturan mainnya sebagai berikut:
a) Siapa yang berhasil mengambil uang kertas ini maka ia akan menjadi pemenangnya dan berhak mendapatkan hadiah. Jika perlu uang tersebut bisa menjadi miliknya. (dalam hal ini uangnya bisa berupa uang mainan)
b) Gelas tidak boleh diangkat
c) Air dalam gelas tidak boleh tumpah sedikit pun.
(3). Kemudian setiap siswa disuruh mencoba. Jika belum ada yang berahsil guru maka guru memberikan petunjuk/ cara yang benar dalam mengambil uang tersebut , yakni dengan menggulung kecil secara pelan-pelan hingga seluruh bagian uang tersebut dapat tergulung secara keseluruhan.

Variasi :
Bisa dilakukan dengan menindih uang dengan dua gelas air, sehingga terlihat sulit padahal justru lebih mudah karena tekanan semakin kuat. Selain itu, bisa ditambahkan pula tugas tambahan guna membuka "kunci" cara mengambil uang tersebut.Misalnya dengan disuruh menghafal suatu doa, menyanyi, puisi, maupun tugas lain sehingga ada 2 tantangan dalam permainan ini, pertama mengambil uang dan kedua mengerjakan tugas dari guru.

37. Mr. X
Peserta : Individu
Usia        : 4- 12 tahun
Waktu : 5 menit
Lokasi : Fleksibel
Alat dan Bahan : Tidak ada / gambar simbol
Tujuan : Melatih pengamatan indera serta memadukannya terhadap analisa gerakan anggota tubuh

Deskripsi :
Guru memeragakan beberapa gerakan yang juga diikuti dengan ekspresi wajah yang berbeda. Setiap ada gerakan atau ekspresi wajah, siswa langsung menjawab apa ayng sekiranya dilakukan oleh mister x. Bila jawaban masih salah maka gerakan terus diperagakan hingga siswa benar-benar bisa menjawab.

Prosedur :
Guru mengajak siswa untuk konsentrasi dengan memerhatikan apa yang akan dilakukan oleh guru. Jika semua siswa sudah memerhatikan, maka guru memulai dengan memeragakan gerakan sederhana, seperti gerakan orang memancing, menyisir rambut, makan sate, dan lain-lain. Jika jawaban siswa sudah banyak yang benar, maka guru mencoba untuk mengekspresikan lewat gerakan wajah (mimik). Misalnya: senang, sedih, kagum, takut, marah, dan lain-lain. Selanjutnya, bila siswa sudah menjawab dengan beanr apa yang diperagakan oelh guru, maka dapat diangti dengan gambar yang menunjukan simbol-simbol seperti:

Variasi :
Bila guru sudah memeragakan bebarap gerakan, maka bisa dilanjutkan dengan siswa secara bergantian yang melakukan peragaan. Di samping itu, games ini juga dapat unuk memandu doa. Misalnya doa mau makan, maka guru cukup memeragakan tangan memasukkan makanan dengan sendok ke mulut. Begitu pula doa mau tidur, maka guru dapat menempelkan telapak tangannya ke pipi.

38. Guna Benda
Peserta : Semua siswa
Usia   : 7 tahun ke atas
Waktu : 5 menit
Lokasi : Fleksibel
Alat dan Bahan : Gambar/benda/tulisan dari suatu benda
Tujuan : Menumbuhkan daya imajinasi dan kreatif siswa

Deskripsi :
Siswa diminta menyebutkan manfaat dari suatu benda dengan sebanyak-banyaknya, tanpa mengenal fungsi utama dari benda tersebut, tetapi siswa diberikan kesempatan untuk menjawab bebas asal sesuai dengan kegunaan benda tersebut.

Prosedur :
(1). Guru menunjukkan gambar/benda atau menulis nama suatu benda yang ada di lingkungan sekitar.
(2). Setelah itu bertanya kepada siswa dengan diurutkan dari deret paling depan atau belakang. Masing-masing siswa harus dapat menjawab satu manfaat yang ditunjukkan oleh guru.
(3). Selanjutnya secara bergiliran siswa sebelahnya dan seterusnya hingga giliran bisa diulang sampai benar-benar habis dan siswa tidak menemukan lagi jawaban akan manfaat benda tersebut. Misalnya ada 4 siswa, guru bertanya tentang apa manfaat stopmap?
A : untuk menyimpan arsip
B : untuk meletakkan kertas
C : untuk menggambar
D : untuk menyembunyikan pensil
Jika sudah sampai pada siswa terakhir maka giliran kembali pada giliran awal:
A : untuk kipas-kipas bila gerah
B : untuk menutup muka yang sedang bersin
C : untuk menutup kepala dari sinar terik matahari
D : untuk memberishkan debu yang melekat pada kursi
Ulangi lagi pada giliran awal:
A : Untuk membuat mercon
B : Untuk membuat topeng
C : digulung untuk meniup bara api di anglo
D : untuk alas duduk
Dan seterusnya hingga seluruh siswa tidak mampu lagi menjawab

Variasi :
Selain benda dapat dialkukan penyebutan manfaat mengerjakan sesuatu,misalnya manfaat membaca buku, manfaat memakai kacamata, manfaat naik sepeda, dan lain-lain yang sekiranya membutuhkan jawaban lebih dari satu. Games ini akan lebih seru dan menantang jika guru dengan inovatif memberikan jawaban-gawaban yang sekiranya siswa dapat tertawa, misalnya apa fungsi dari sinar matahari? Jawaban yang kreatif yakni untuk mengencangkan kulit pada alat musik kendang/ketipung, yakni jika suaranya sudah tidak merdu dapat dikeringkan di bawah sinar matahari, juga pertanyaan dan jawaban heboh lainnya.

39. Keranjang Buah
Peserta : Individu
Usia   : 3 - 7 tahun
Waktu : 5 menit
Lokasi : Fleksibel
Alat dan Bahan : Potongan gambar buah dan kotak kardus bekas/keranjang buah
Tujuan : Melatih kecepatan bertindak dan kecermatan

Deskripsi :
Pembelajaran pada anak usia dini akan lebih menarik jika menggunakan alat peraga. Semakin banyak alat peraga yang digunakan oleh guru maka kemampuan siswa pun semakin bertambah pula. Untuk itu, dalam games ini dimainkan dengan media peraga berupa gambar-gambar buah yang telah digunting. Berikutnya guru memasukkan guntingan gambar buah ke dalam keranjang. Kemudian siswa disuruh satu  per satu untuk mengambil gambar buah sesuai perintah guru.

Prosedur :
(1). Guru menyiapkan keranjang buah sesuai dengan jumlah kelompok bermain,misalnya empat kelompok bermain maka keranjangnya pun juga empat.
(2). Selanjutnya guru menyiapkan potongan gambar buah yang masing-masing keranjang harus sama jenis gambar buah yang disiapkannya.
(3). Setelah itu guru memasukkan gambar potongan buah dalam keranjang dan mengacaknya sambil bernyanyi-nyanyi riang.
(4). Berikutnya guru memanggil peserta untuk bermain, masing-masing kelompok mengirimkan duta satu orang pemainnya.
(5). Setelah semua peserta siap di depan keranjangnya masing-masing, maka kemudian guru memberi aba-aba untuk mengambil satu buah gambar.
(6). Siswa pun harus mengambil dan bagi yang sudah mendapatkan maka harus berlari membawa gambar tersebut untuk diserahkan kepada guru.

Variasi :
Agar tidak membosankan, maka gambar juga bisa diisi selain gambar buah, tetapi gambar yang lain seperti bunga, hewan, alat transportasi, sayuran, atau pun campuran. Seluruh siswa diberikan kesempatan untuk ikut bermain games ini.

40. Barisan Putus
Peserta : Kelompok
Usia         : 8 - 12 tahun
Waktu : 10 menit
Lokasi : Di luar kelas
Alat dan Bahan : Tidak ada
Tujuan : Melatih konsentrasi dan kesegaran fisik

Deskripsi :
Siswa berbaris lurus dengan tangan saling berpegangan. Jika ada aba-aba putus 2 -3 maka siswa yang berbaris dengan urutan 2 dan 3 saling melepaskan pegangan tangannya. Selanjutnya  jika ada aba-aba 4-5 maka siswa yang berbaris dengan urutan 4 dan 5 saling melepaskan pegangan tangannya. Bila terjadi kesalahan maka akan mendapatkan hukuman.

Prosedur :
(1). Guru mengajak siswa berbaris di luar lapangan. Kemudian siswa dibariskan dengan posisi berjajar.
(2). Selanjutnya urut dari sebelah kanan, menghitung satu persatu. Setelah itu, mereka diperintahkan saling berpegangan. Tangan kanan berpegangan dengan tangan kiri teman, dan tangan sebelah kiri berpegangan dengan tangan kanan teman.
(3). Selanjutnya guru menyiapkan dan permainan akan segera dimulai. Untuk mengetes permulaan guru dapat memanggil secara urut misalnya 2-3, 5-6, 8-9, dan seterusnya. Kemudian setelah siswa tidak ada yang mengalami kesulitan baru guru memanggil dengan acak. Misalnya 5-6, 3-4, 7-8, dan sebagainya. Sehingga siswa senantiasa konsentrasi memerhatikan aba-aba perintah guru.

Semoga kumpulan permainan ini bermanfaat untuk bapak dan ibu guru semua di sekolahnya masing-masing. 

0 Comments:

Post a Comment