Home » , » Kumpulan Permainan Menarik Saat Mengajar Bagian 6

Kumpulan Permainan Menarik Saat Mengajar Bagian 6

Guru sedang mengajar (Dok. Didno)

Banyak hal yang dilakukan oleh seorang guru pada saat berada di dalam kelas. Dari mulai pembukaan sebelum memulai belajar, menyampaikan materi hingga menutup dengan menarik kesimpulan atau evaluasi. 

Banyak cara yang bisa dilakukan oleh guru untuk menarik siswa agar tidak bosan di kelas dan mengajak mereka bergerak dan beraktivitas salah satunya dengan mengadakan permainan baik di dalam maupun di luar kelas.

Permainan ini tentu sangat menarik dilakukan bersama peserta didik. Ada banyak permainan yang bisa dilakukan oleh guru di kelas maupun di luar kelas yang dirangkum dari buku “60 Games Untuk Mengajar Pembuka dan Penutup Kelas” Terbitan Lukita Yogyakarta tahun 2012. 

Baca juga : Kumpulan permainan menarik saat mengajar bagian 1, Kumpulan permainan menarik saat mengajar bagian 2, Kumpulan Permainan Menarik Saat Mengajar Bagian 3, Kumpulan Permainan Menarik Saat Mengajar bagian 4, dan Kumpulan Permainan Menarik Saat Mengajar bagian 5

Berikut kumpulan permainan menarik saat mengajar :

51. Meniru Ucapan
Peserta : Individu
Usia : 4 - 10 tahun
Waktu : 5 menit
Lokasi : In door (di dalam ruangan)
Alat dan Bahan : Tidak ada
Tujuan : Menciptakan suasana keakraban, melatih indera pengucapan, dan konsentrasi pendengaran

Deskripsi :
Setiap anak pada dasarnya masih suka meniru. Dalam games ini siswa diajak menirukan suar guru dengan cepat dan tepat. Guru bebas mengucapkan apa saja yang penting mudah ditirukan oleh anak.

Prosedur :
(1). Seluruh siswa disuruh menirukan apa yang akan diucapkan oleh guru. Misalnya, guru mengucapkan, "Ooo la la laa", Siswa menirukan, "Ooo la la laa" 
(2). Setelah itu Guru mengucapkan " Oli, Oli, Oli." Siswa menirukan, " Oli, Oli, Oli."
(3). Lalu Guru mengucapkan "ucu ucu ucu," suswa menirukan, "Ucu Ucu, Ucu"
(4). Bila sudah selesai dapat ditutup dengan ucapan kalimat cita-cita, misalnya "Aku Ingin Pintar, Yes, Yes, Yes!"

Variasi :
Dalam mengucapkan sesuatu bisa diiringi dengna tepuk sesuai irama ucapan tersebut, sehingga suasana tidak sepi dan akan semakin bersemangat dalam memainkannya.

52. Memancing Ikan
Peserta : Kelompok
Usia : 6 - 12 tahun
Waktu : 10 menit
Lokasi : Fleksibel
Alat dan Bahan : Kayu dan kail ala kadarnya
Tujuan : Membangun semangat kebersamaan dan keakraban dengan teman

Deskripsi :
Memancing adalah kegiatan yang menyenangkan bagi siswa. Apalagi jika berhasil menangkap ikan yang besar tentu saja hati akan puas dan merasa senang. Dalam games ini siswa dibentuk kelompok yang terdiri dari tiga orang. Satu sebagai orang yang memancing dan dua temannya sebagai ikannya. Bila ikan sudah terkena kail, maka dapat bergantian untuk menjadi ikan dan juga pemancingnya.

Prosedur :
(1). Guru memberikan penjelasan permainan ini dengan ketentuan sebagai berikut:
a) Satu kelompok terdiri dari tiga orang, satu berperan sebagai pemancing dan dua sebagai ikan.
b) Cara meamncing adalah dengan melemparkan kail ke arah ikan, jika mengena dan pas ikan maka ikan lalu memegang tali senar dan ditarik oleh si pemancing.
c) Bila sudah dapat ikan satu, maka dapat bergantian lagi untuk menjadi si pemancing, maupun ikannya.
(2). Setelah itu permainan dimulai, dan yang jadi akan berjalan-jalan di depan si pemancing.
(3). Lalu si pemancing melemparkan kailnya. Jika bola kertas (kertas yang digulung) yang merupakan umpannya mengenai ikan, maka ikan dapat menyantap dengan cara memegangi tali senar dan ikut ditarik oleh si pemancing.

Variasi :
Untuk menjadi ikan dapat dicampur dengan siswa lain sehingga tidak hanya dua ikan yang dipancing tetapi dapat lebih.

53. Angguk Bahagia
Peserta : Individu
Usia         : 3 - 7 tahun
Waktu : 5 menit
Lokasi : Fleksibel
Alat dan Bahan : Potongan kertas warna (misal: merah, kuning, dan hijau)
Tujuan : Melatih kesehatan fisik dan konsentrasi siswa
Deskripsi :
Menggerakkan kepala merupakan ekspresi yang tidak mudah dilakukan oleh anak. Kalaupun bisa biasanya dialkkan secara pelan. Karenanya games ini sebagai latihan sekaligus meberikan terapi menggerakkan kepala secara cepat dan tepat. Gerakan yang diperagakan adalah menggeleng, dan mengangguk, kemudian dilanjutkan tepuk tangan. Dengan media kertas warna, siswa akan memperagakan ke dalam gerakan-gerakan sederhana.

Prosedur :
(1). Semula guru memberikan penjelasan terlebih dahulu teknik permainan ini:
a) Jika guru menunjukkan kartu warna merah, maka siswa menggelengkan kepala
b) Jika guru menunjukkan kartu warna kuning, maka siswa harus menganggukan kepala
c) Jika guru menunjukkan warna hijau maka seluruh siswa harus bertepuk tangan sambil tertawa.
(2). Setelah siswa paham, guru kemudian memulai permainandengan menunjukkan kartu warna merah terlebih dahulu, lalu reaksi siswa harus menggelengkan kepala. Kemudian kartu warna kuning maka siswa menganggukan kepala dan guru menunjukan kartu warna hijau maka siswa tepuk tangan dan tertawa. Jika sudah lancar, maka urutan bisa dibolak-balik tidak Merah-Kuning- Hijau tetapi bisa diacak.

Variasi :
Bila sudah berjalan, maka kartu warna dapat ditambah satu lagi, misalnya warna ungu, maka siswa harus menari bebas, dan seterusnya. Sehingga jumlah kartu warna bisa bertambah dan gerakannya pun bertambah.

54. Mencari Apel
Peserta : Individu
Usia : 6 - 10 tahun
Waktu : 5 menit
Lokasi : Out door (di luar ruangan)
Alat dan Bahan : Gambar buah dan isolasi (double tip)
Tujuan : Melatih keberanian dan semangat siswa dalam menyelesaikan suatu permasalahan.

Deskripsi :
Memperkenalkan buah sangat penting bagi anak, karena belajar mengenal lingkungan yang salah satunya mengenali buah merupakan satu kemampuan yang seharusnya diajarkan pada siswa. Dalam games ini, buah diperagakan dengan guntingankertas yang menyerupai buah. Misalnya apel, maka kertas dipotong sesuai dengan bentuk apel. Selanjutnya diberikan isolasi dan permainannya dapat ditempelkan di pohon-pohon sekitar sekolah, atau siswa diajak ke tempat yang banyak pohonnya. Setlah itu, mereka disuruh mencari gambar apel tersebut.

Prosedur :
(1). Seluruh siswa dikumpulkan di suatu tempat yang terdapat pepohonan
(2). Setelah itu guru menjelaskan bahwa siapa yang mendapatkan apel maka dialah pemenangnya. Untuk itu, pemasangan penempelan gambar tersebut dapat dilakukan sebelum siswa datang di lokasi permainan.
(3). Buah yang ditempel bisa bermacam-macam, tetapi yang dicari adalah buah apel.
(4). Setelah siswa dibariskan, kemudian dibubarkan secara bebas untuk mencari buah apel tersebut.
(5). Agar tidak mudah ditebak siswa, maka gambar buah dapat ditempelkan di bawah daun, tempat yang rindang, dan tempat lainnya.
(6). Siswa yang menemukan gambar terbanyak adalah pemenangnya.

Variasi :
Gambar selain ditempel di pohon dapat juga diletakkan di bawah dengan ditutupi daun, dengan alasan buah tersebut sudah matang dan jatuh sudah beberapa hari. Buah yang ditutupi daun ini adalah buah yang harus ditemukan siswa.

55. Injit Santai
Peserta : Kelompok
Usia : 6 - 12 tahun
Waktu : 10 - 15 menit
Lokasi : Fleksibel
Alat dan Bahan : Peluit
Tujuan : Melatih konsentrasi dan memberikan suasana akrab dan saling berbagi rasa

Deskripsi :
Seluruh siswa berbaris memanjang membuat barisan seperti kereta api. Masing-masing anak memegangi bahu teman yang ada di depannya. Kecuali anak yang berada di barisan paling depan, cukup diam saja. Mereka kemudian saling memijit bahu temannya, dengan posisi duduk dan kemudian berubah menjadi posisi berdiri.

Prosedur :
(1). Sebelum permainan dimulai, guru memberikan penjelasan teknik permainan ini:
a) Bila ada bunyi peluit satu kali yang panjang, maka seluruh siswa harus berbaris berderet memanjang. 
b) Kemudian jika ada suara peluit dua kali, maka siswa duduk dan posisi tetap masih berada di barisannya.
c) Bunyi peluit tiga kali maka siswa saling memijit pundak / bahu teman depannya.
d) Selanjutnya ada aba-aba berdiri, maka siswa berdiri dan peluit dibunyikan tiga kali maka siswa memijit pundak teman di depannya.
e) Lalu bunyi peluit dua kali siswa duduk kembali 
(2). Setelah siswa paham, maka guru dapat mencoba demonstrasinya terlebih dahulu hingga lancar.
(3). Jika sudah lancar, maka bunyi peluit bisa diacak tidak urut satu kali, dua kali, dan tiga kali tetapi bisa satu kali, terus tiga kali dan sebagainya.

Variasi :
Bila tahapan sudah selesai maka dapat dilakukan balik kanan dan bergantian. Siswa paling depan menjadi barisan paling belakang atau bisa juga formasi duduk berbentuk lingkaran.

56. Lompat Pocong
Peserta : Kelompok
Usia   : 6 - 12 tahun
Waktu : 10 menit
Lokasi : Out door (di luar ruangan)
Alat dan Bahan : Tidak ada
Tujuan : Melatih konsentrasi dan kesegaran fisik

Deskripsi :
Siswa berbaris lurus dengan berbanjar ke belakang. Jika ada aba-aba "hap-hap", maka seluruh siswa lompat-lompat ke depan. Sebaliknya jika ada aba-aba "hup-hup" maka siswa lompat-lompat ke belakang

Prosedur :
(1). Guru membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok yang terdiri dari 5 - 10 siswa atau disesuaikan dengan jumlah siswa.
(2). Masing-masing kelompok kemudian baris berbanjar ke belakang dengan ketua kelompok berada di paling depan.
(3). Setelah itu guru memeragakan di hadapan siswa dan semua menirukan gerakan guru:
a) Tangan di depan, tangan di samping, tangan ke atas (telapak tangan kanan dan kiri saling bertemu)
b) Setelah itu guru mengucapkan "hup-hup" dilanjutkan "hap-hap" dan bisa dibolak-balik sesuai kondisi.
(4). Semua siswa harus mengikuti perintah guru, jika ada satu siswa dalam satu kelompok yang salah maka akan dikurangi poinnya.

Variasi :
Pada games ini bisa dimodifikasikan dengan gerakan geser ke samping kanan dan juga ke kiri. Misalnya, aba-aba "hip-hip" jika lompat ke kanan, dan "hop-hop" jika ke kiri.

57. Air, Tanah, Udara
Peserta : Individu
Usia         : 4 - 12 tahun
Waktu : 5 menit
Lokasi : In door / Out door
Alat dan Bahan : Tidak ada
Tujuan : Melatih konsentrasi dan memperkenalkan isi alam semesta

Deskripsi :
Memperkenalkan alam semesta sangat penting diberikan kepada anak-anak. Aneka macam isi alam ini menarik untuk senantiasa dipelajari. Karenanya, melalui games ini siswa diajak untuk mengenali isi alam di antaranya adalah air, tanah, dan udara. Guru mengawali dengan sedikit menjelaskan eksistensi air, tanah, dan udara dalam kaitannya dalam kehidupan makhluk hidup yang ada di bumi ini. Setelah itu memulai games dengan penuh semangat dan antusias sehingga siswa diharapkan mengikuti dengan semangat pula. Ada tiga benda yang harus dihafalkan siswa dengan metode penunjukkan melalui peraga tangan guru. Bawah menunjukkan air, tengah tanah, dan atas adalah udara.

Prosedur :
(1). Guru memulai dengan bertanya kepada siswa tentang apa saja isi alam semesta ini.
(2). Berikutnya guru mulai bertanya akan manfaat semua benda tersebut bagi kehidupan makhluk hidup, misal, udara untuk bernapas, air untuk minum, dan seterusnya.
(3). Kemudian guru menjelakan teknik permainan games ini:
a) Jika tangan menunjuk ke arah bawah, berarti siswa mengucapkan kata "Air"
b) Jika tangan Guru menunjuk ke arah tengah, berarti siswa mengucapkan kata "Tanah"
c) Jika tangan menunjuk ke arah atas, berarti siswa mengucapkan kata "Udara"
(4). Setelah itu guru dapat memulainya dengan memberikan soal melalui peragaan tangannya secara urut atas-tengah-bawah, bawah-tengah-atas.
(5). Jika sudah lancar, maka peragaan dapat diacak misalnya bawah-atas-tengah, tengah-bawah-atas, atas-bawah-tengah, dan sebagainya.

Variasi :
Nama-nama benda dapat dikembangkan lebih banyak lagi. Arah peragaan tangan guru pun beragam dan lebih variatif. Sebagai contoh untuk benda dapat ditambah langit, laut, gunung, bintang, bulan, dan sebagainya. Peragaan tangan dapat dilakukan seperti merentangkan kedua tangan artinya siswa mengucapkan kata "Langit". Tangan menunjuk ke atas secara vertikal maka siswa mengucapkan "Bintang", dan sebagainya.

58. Kuda Minum Susu
Peserta : Individu
Usia         : 5 - 12 tahun
Waktu : 5 menit
Lokasi : In door / Out door
Alat dan Bahan : Tidak ada
Tujuan : Melatih kecakapan berbicara dan konsentrasi siswa.

Deskripsi :
Mengucapkan kalimat acak secara cepat dapat melatih kemampuan berbahasa siswa. Sebab kemampuan berbahasa bagi anak merupakan faktor penting di samping kemampuan lainnya. Untuk itu dalam games ini, siswa latih mengucapkan deret kata dengan jelas dan tepat. Setiap kata yang diucapkan guru, maka siswa harus melanjutkan secara urut sesuai dengan deret yang semula tersusun.

Prosedur :
(1). Guru memberikan kata-kata yang hendak dihafal atau dilafalkan oleh siswa, misalnya, "Kuda-Minum-Susu"
(2). Siswa kemudian menghafalkan dengan lancar kata-kata tersebut.
(3). Setelah hafal guru kemudian memulai dengan menyebutkan kata KUDA, maka siswa dengan cepat mengucapkan "Kuda Minum Susu".
(4). Guru kemudian mengucapkan MINUM, siswa lalu mengucapkan, "Minum Susu Kuda"
(5). Guru kemudian menyebut kata "SUSU", siswa lalau mengucapkan. "Susu diminum Kuda".

Variasi :
Agar tidak membosankan, selain kata-kata yang diubah, maka dapat digunakan alat peraga. Misalnya "Spidol Tinta Merah". Mak disediakan tiga benda yakni spidol, tinta, dan kertas warna merah. Guru tinggal menunjuk salah satu benda tersebut kemudain siswa mengucapkan, "Spidol Tinta Merah". Jika guru menunjuk TINTA maka siswa mengucapkan "Tinta Merah Spidol". Begitu pula guru menunjuk kertas MERAH maka siswa mengucapkan "Merah Tinta Spidol".

59. Kincir Hitung
Peserta : Individu
Usia : 5 - 12 tahun
Waktu : 5 menit
Lokasi : In door / Out door
Alat dan Bahan : Tidak ada
Tujuan : Melatih konsentrasi siswa dan berlatih menghitung

Deskripsi :
Main tebak-tebakan adalah kesukaan anak-anak. Dengan bermain tebak-tebakan juga melatih wawasan anak. Semakain banyak tebakan maka semakin kaya pengetahuan. Guru memutar tangan lalu berhenti dengan mengacungkan jari, maka seluruh siwa menjawab sesuai dengan jumlah jari tersebut.

Prosedur :
(1). Guru memutar telapak tangan dengan cepat lau berhenti pada penunjukkan jari.
(2). Sisw kemudian menebak jawaban sesuai dengan jumlah jari yang diajarkan guru.

Variasi :
Untuk memutar tangan bisa diganti dengan berbagai gerakan, misal diputar ke samping, di atas lalu mengacungkan jari.

60. Patung dan Manusia
Peserta : Individu
Usia : 5 - 8 tahun
Waktu : 5 menit
Lokasi : In door / Out door
Alat dan Bahan : Tidak ada
Tujuan : Mengajarkan sikap tenang

Deskripsi :
Games ini mengajak siswa untuk memerankan dua tokoh sekaligus. Saat disebutkan tokoh patung, maka seluruh siswa menjadi patung. Begitu pula saat disebutkan manusia maka semua siswa akan bergerak dengan bebas.

Prosedur :
(1). Guru memberikan penjelasan kepada seluruh siswa jika nanti ada perkataan patung maka seluruh siswa diam, tidak bergerak dengan posisi tetap seperti pada sikap semula. 
(2). Setelah itu, seluruh siswa dibebaskan untuk bergerak sesukanya. 
(3). Kemudian guru mengucapkan, "Tung potang patung semua jadi patung!" maka semua siswa menjadi patung.
(4). Guru kemudian mengucapkan, "Sa, manusia semua jadi manusia!" maka seluruh siswa bebas kembali.
(5). Demikian diulang-ulang sesuai kondisi siswa untuk memainkan games ini.

Variasi :
Agar lebih seru maka saat siswa menjadi patung, maka guru menggodanya. Yang tertawa atau bergerak berarti kalah sedangkan yang tetap tenang terakhir sekali maka dianggap sebagai juaranya. Penggodanya pun dapat diperankan oleh siswa secara bergantian.

61. Kursi Terbang
Peserta : Kelompok
Usia : 5 - 12 tahun
Waktu : 15 menit
Lokasi : Out door
Alat dan Bahan : Tali dan kursi
Tujuan : Melatih kekompakan kelompok

Deskripsi :
Games ini memadukan antara kekompakan team dan juga kesabaran untuk menyelesaikan masalah. Siswa diajak untuk berlatih menyelesaikan permasalahan secara bersama-sama. Jika ada yang tidak kompak maka fatal akibatnya.

Prosedur :
(1). Guru membagi semua siswa dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari empat orang per kelompoknya
(2). Kemudian guru menjelaskan tugas masing-masing kelompok untuk mengangkut kursi dengan menggunakan tali
(3). Guru hanya menyediakan dua utas tali maka siswa dalam kelompok akan memegangi masing-masing ujung talinya.
(4). Masing-masing tim harus dapat memindahkan kursi dari tempat start hingga finish yang sudah ditentukan

Variasi :
Untuk anak-anak usia TK maka kursi yang disediakan dapat berupa kursi plastik kecil, bisa juga benda lain seperti meja kecil, ember kecil yang diisi penuh, botol minum air mineral, dan lain-lain.

62. Ahmad Berkata
Peserta : Individu
Usia         : 7 tahun ke atas
Waktu : 10 - 15 menit
Lokasi : In door
Alat dan Bahan : Tidak ada
Tujuan : Melatih konsentrasi, memecahkan suasana kebekuan di dalam kelas

Deskripsi :
Seluruh siwa duduk di tempatnya masing-masing. Jika guru mengucapkan sesuatu dengan diawali mengucap "Ahmad berkata: maka seluruh peserta didik melaksanakan perintah guru. Tetapi jika guru memberi perintah tanpa mengucap "Ahmad berkata" terlebih dahulu, maka peserta didik yang melaksanakan perintah tersebut dinilai salah. Dengan demikian peserta didik akan konsentrasi pada perintah guru.
Prosedur :
Sebelum permainan dimulai, guru memberikan penjelasan teknik permainan ini sebagai berikut
(1). Bila ada ucapan "Ahmad berkata", maka seluruh peserta didik menjalankan perintah.
(2). Kemudian jika ada perintah guru tidak diawali dengan "Ahmad berkata" maka peserta didik harus tetap diam.
(3). Setelah siswa paham guru dapat memulai dengan mengucapkan seperti :"Ahmad berkata: Angkat dua tangan". Guru mengucap lagi: "Turunkan!". Maka jika ada siswa yang menurunkan tangannya berarti salah, karena guru tidak memulai dengan ucapan "Ahmad berkata"
(4). Begitu seterusnya hingga yang tersisa adalah peserta didik yang dapat konsentrasi sehingga terbebas dari hukuman
(5). Setelah siswa paham,maka guru memulai demonstrasinya terlebih dahulu, jika sudah lancar maka perintah bisa diganti dengan berbagai permintaan guru.

Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat bagi bapak dan ibu guru semua. 

0 Comments:

Post a Comment