Home » , » Belajar Peta Dengan Menggunakan Permainan Puzzle

Belajar Peta Dengan Menggunakan Permainan Puzzle

Puzzle Peta

Permainan puzzle biasa dimainkan oleh anak-anak setingkat taman kanak-kanak untuk mengasah ketrampilan motorik mereka. Permainan menarik ini bisa juga kita coba mainkan kembali untuk siswa kita di SMP. Tentu saja dengan media yang tepat. 

Puzzle bisa digunakan sebagai media pembelajaran peta untuk membangkitkan keingintahuan anak dalam belajar tentang peta. Karena pembelajaran sekarang tidak mengharuskan hafalan, tetapi menggugah anak agar mau belajar dengan mandiri dan diharapkan secara otomatis akan hafal dengan sendirinya.

Seperti biasa, permainan ini bisa dimainkan individu maupun kelompok. Kalau individu, bisa langsung dikerjakan di meja guru, dan guru bisa langsung menilai dengan sediaan waktu (times watch) yang sudah ditentukan. Misal, satu menit untuk satu puzzle. Bila bisa menyelesaikan 5 puzzle, berati nilainya 100. 

Sedangkan yang kelompok, bisa diadakan lomba misalnya 5 puzzle untuk tiap kelompok. Siapa yang berhasil menyelesaikan terlebih dahulu, merekalah kelompok pemenangnya. Nanti, tukarkan kembali/putar puzzle antar kelompok dan.mulailah berlomba kembali. Dengan catatan, tiap kelompok mendapat 5 puzzle yang berbeda tiap kelompok. 

Bisa materi apa saja yang menggunakan gambar peta untuk pelajaran geografi. Bisa menggunakan gambar candi-candi untuk pelajaran sejarah, atau menggunakan gambar uang untuk pelajaran ekonomi. Silakan dicoba, tinggal daya kreativitas bapak ibu guru saja. 

Yang akan kita gunakan saat ini adalah media Peta. Bisa untuk aplikasi pelajaran sejarah atau geografi. Caranya adalah sebagai berikut : 

  1. Sediakan gambar atau fotocopi warna atau bisa juga hasil mencetak (print) peta-peta pulau pulau di Indonesia. Atau peta benua atau peta negara, sesuai kebutuhan bapak ibu 
  2. Cetak masing gambar gambar tersebut sebanyak 2 kali. 
  3. Sediakan gunting, penggaris, dan pensil. 
  4. Berilah garis di masing gambar untuk digunting. (Untuk gambar yang persis sama, jangan digunting karena ini sebagai kunci kalau napak ibu guru lupa). Misal, sediakan 2 gambar pulau Kalimantan. Keduanya diberi garis yang sama untuk kemudian hanya yang satu saja yang dipotong/digunting sesuai garis. 
  5. Cukup buat enam potongan puzzle saja, tidak usah lebih. Usahakan buat garis pemotongan yang diagonal simetrisnya sama. 
  6. Buatlah beberapa puzzle. Untuk tiap kelompok, bisa 5 puzzle. Masing-masing kelompok buat puzzle yang berbeda. Kalau ada tiga atau empat kelompok, berarti bapak ibu harus menyediakan 15 atau 20 pulau yang harus dibuat puzzle. 
  7. Tentukan waktu lomba atau waktu bermain. Misal, 1-2 menit untuk satu puzzle. 
  8. Bisa juga sebelum diadakan perlombaan, bapak ibu memberi waktu untuk mengenalkan terlebih dahulu cara bermain puzzle. Caranya dengan membuat puzzle di kertas biasa (bukan gambar peta) dan suruh anak untuk mencoba menatanya. Semacam latihan atau pemanasan sebelum lomba. 
  9. Beri nilai untuk masing-masing anak yang dapat menyelesaikan dengan cepat dan jangan abaikan anak yang belum bisa menyelesaikan secara cepat. Beri waktu lebih bagi mereka yang lemah. Tetap bimbing anak sesuai kemampuan mereka. Jangan meledek atau mengucilkan mereka yang lemah atau "kurang" dari siswa yang lain. 
  10. Siap refleksi dan membuat kesimpulan bersama-sama dengan para siswa. Sekali lagi, bukan sekedar nilai akademis yang kita kejar, tetapi juga nilai ketrampilan dan nilai sikap. 
Dengan.mengadakan model pembelajaran permainan yang menyenangkan atau joyfull learning, semua penilaian bisa kita dapatkan. Ingat, bapak ibu guru harus siap dengan kunci jawaban. Jangan sampai nanti justru bapak ibu terlihat konyol di depan siswa karena tidak bisa menyelesaikan sendiri puzzle yang bapak ibu buat! 


Ayo, bermain dan berlomba! 

Tulisan ini kiriman ibu Elfi Zufrida Guru SMPN 1 Kadewan Bojonegoro Jawa Timur. 

0 Comments:

Post a Comment