Mengenal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Survey Karakter dan Lingkungan Belajar


Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) - Tahun 2020 merupakan tahun terakhir pelaksanaan Ujian Nasional baik tingkat SMP, SMA atau SMK sederajat. Lalu banyak pertanyaan apa nama pengganti dari Ujian Nasional?. Apakah masih sama dengan Ujian Nasional atau berganti nama?. Dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya. 


Pada kesempatan ini kami ingin berbagi mengenai Kebijakan Penilaian Pendidikan dalam Rangka Merdeka Belajar yang digadang-gadang akan mengubah wajah pendidikan di tanah air. 


Berdasarkan UU SISDIKNAS terkait Evaluasi 
Pasal 58 
(1) Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. 
(2) Evaluasi peserta didik, satuan pendidikan, dan program pendidikan dilakukan oleh Lembaga mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan. 

Pasal 59 
(1) Pemerintah dan Pemerintah Daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola, satuan, jalur, jenjang, dan jenis pendidikan. 
(2) Masyarakat dan/atau organisasi profesi dapat membentuk lembaga yang mandiri untuk melakukan evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. 
(3) Ketentuan mengenai evaluasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. 

Berdasarkan hal tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indoneisa memiliki Program Kerja Kemendikbud Tahun 2020 terkait Evaluasi, yakni : 
1. Menyediakan praktik-praktik baik untuk ujian sekolah. 
2. Mendampingi pemerintah daerah untuk tidak lagi mewajibkan materi ujian kelulusan di daerahnya, melainkan memberikan kemerdekaan untuk masingmasing sekolah. 
3. Melaksanakan Ujian Nasional tahun 2020 (terakhir kalinya) untuk 8,4 juta peserta didik. 
4. Merancang Asesmen Kompetensi dan Survey Karakter untuk Tahun 2021: 
• Mempersiapkan perangkat IT untuk peningkatan kualitas pembelajaran serta pelaksanaan Asesmen Kompetensi dan Survey Karakter. 
• Menyimulasikan sistem dan mempersiapkan implementasi Asesmen Kompetensi dan Survey Karakter. 
• Menyusun perangkat pembelajaran. 
• Mengembangkan aplikasi Asesmen Kompetensi dan Survey Karakter. 
• Mengembangkan instrumen Asesmen Kompetensi dan Survey Karakter. 

Mungkin banyak yang belum mengetahui apa itu Asesmen Kompetensi Minimum?, Apa itu Survey Karakter dan Lingkungan Belajar?. Berikut penjelasannya : 

Asesmen Kompetensi Minimum 
Adalah mengukur kompetensi berpikir atau bernalar siswa ketika membaca teks (literasi) dan menghadapi persoalan yang membutuhkan pengetahuan matematika (numerasi). 

Survey Karakter dan Lingkungan Belajar 
Sedangkan Survey karakter dan Lingkungan belajar adalah mengukur luaran belajar yang lebih bersifat sosialemosional, serta kualitas proses belajar-mengajar di tiap sekolah. 

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) 
• Kata Minimum mengacu kepada tidak semua konten di dalam kurikulum diukur di dalam AKM. 
• AKM akan mengukur keterampilan dasar: literasi dan numerasi. Kemampuan bernalar tentang teks dan angka. Kompetensi tersebut dibangun dari jenjang dasar sampai menengah dalam suatu learning progression. 
• AKM berbentuk survey dengan sample siswa kelas 4, kelas 8, dan kelas 11 – tidak melaporkan hasil individu siswa namun laporan agregat yang berfokus kepada peningkatan internal dari waktu ke waktu bukan komparasi antar kelompok. 

Untuk lebih jelas mengenai apa itu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Survey Karakter dan Lingkungan Belajar silakan


0 Response to "Mengenal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Survey Karakter dan Lingkungan Belajar"

Post a comment