Home » , » Learning in Speaking out, Keberhasilan Pembaharuan Kurikulum di China

Learning in Speaking out, Keberhasilan Pembaharuan Kurikulum di China

Pembelajaran di China (Dok. Ibu Tri Rustami) 

Mungkin banyak orang yang belum memahami apa itu Learning in Speaking Out?. Kalau dari bahasa tentu Anda sudah mengenal bahasa tersebut pasti berasal dari Bahasa Inggris. Sekarang mari kita bahas apa itu Learning in Speaking Out. 

Learning in artinya siswa menerima pembelajaran dengan antusias dan perasaan senang untuk meningkatkan motivasi belajar mandiri. Sedangkan Speaking out artinya saling berkomunikasi antar siswa antar guru dan siswa dalam memecahkan masalah. Kalau disimpulkan learning in adalah dasar siswa untuk bisa melakukan speaking out.

Learning in Speaking out muncul karena adanya permasalahan pendidikan di China seperti : 
1. Jadwal mengajar guru yang banyak 
2. Guru sibuk melakukan pengembangan diri 
3. Siswa pasif 
4. Guru mengajar tidak efisien 

Adanya permasalahan tersebut pemerintah mereformasi kondisi pendidikan di China melalui : 
1. Meningkatkan keterhubungan implementasi pemecahan masalah dalam pembelajaran 
2. Meningkatkan metode mengajar guru dan antusiasme pada KBM 
3. Meningkatkan kualitas guru mengajar 
4. Meningkatkan inovasi mengajar guru 
5. Meningkatkan efektivitas evaluasi 

Kalau melihat KBM di China, guru sudah menyiapkan lesson plan (RPP) dua lembar saja tetapi waktunya diatur dengan cermat. Selain itu KBM sendiri mengajak siswa untuk lebih banyak beraktivitas dan guru tidak duduk dan berdiam diri di kursi tetapi terus berputar di kelas. Luar biasa guru-gurunya, dua jam penuh materi selesai tepat waktu dari awal sampai akhir. 

Siswa dalam pola ini harus benar-benar berkomitmen dan berkonsentrasi penuh pada proses learning in untuk bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Pembelajaran dilakukan dengan mengubah pola menerima menjadi pola mengeksplorasi. 

Dalam pembelajaran, guru jarang membantu siswa secara langsung dalam menyelesaikan masalah. Mereka diajak untuk berpikir terlebih dahulu dalam memecahkan masalah. 

Saya jarang melihat siswa di kelas yang memegang handphone karena di kelas mereka sudah difasilitasi dengan peralatan IT untuk mengakses dan dalam evaluasi siswa disediakan remote control untuk menjawab pertanyaan yang ditayangkan dan jawabannya langsung terekam di layar. 

Itulah pengalaman dari Ibu Tri Rustami Guru SMP Negeri 4 Boyolali Jawa Tengah tentang Learning in Speaking out di China. 

0 Comments:

Post a Comment