Apa dan Bagaimana Penilaian Portofolio


Penilaian Portofolio - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang baru yakni Bapak Nadiem Makarim berencana akan menghapuskan Ujian Nasional atau UN pada tahun pelajaran 2020/2021 mendatang.

Lalu Ujian Nasional akan diganti apa? Dan bagaimana formatnya?. Salah satu yang santer diperbincangkan adalah menggunakan Penilaian Portofolio.

Penilaian portofolio merupakan pendekatan yang relatif baru dan belum banyak digunakan di dunia pendidikan di Indonesia. Di beberapa negara, portofolio telah digunakan dalam dunia pendidikan secara luas, baik untuk penilaian di kelas, daerah, maupun untuk penilaian secara nasional dengan tujuan standardisasi.

Penilaian portofolio yang digunakan di kelas merupakan satu alternatif untuk meningkatkan kompetensi siswa secara menyeluruh. Penggunaan portofolio secara tepat tidak saja meningkatkan kompetensi spesifik pada bidang studi tertentu tetapi juga kompetensi yang bersifat umum yang diperlukan dalam kehidupan seperti berpikir kritis, berpikir reflektif, memahami kelebihan dan kelemahan diri, menemukan strategi untuk meningkatkan kompetensi, gigih, dan menjadi pembelajar yang mandiri.

Secara umum portofolio dapat dibedakan menjadi lima bentuk, yaitu portofolio ideal (ideal portfolio), portofolio pilihan (show portfolio), portofolio dokumentasi (documentary portfolio), portofolio evaluasi (evaluation portfolio), dan portofolio kelas.

Lingkup Penilaian Portofolio
Hasil belajar siswa yang dapat tercakup dalam portofolio sangat luas, meliputi antara lain:
1. perkembangan pemahaman siswa pada periode waktu tertentu (misalnya portofolio yang meliputi kerangka awal, draf kasar, kritik struktur, dan finalisasi tulisan);
2. pemahaman dari banyak konsep dan topik yang diberikan (misalnya portofolio meliputi beberapa tulisan pendek, uraian singkat);
3. mendemonstrasikan perbedaan bakat (misalnya portofolio meliputi hasil ilustrasi kemampuan menulis, kombinasi cetak, dan bukan cetak);
4. kemampuan untuk menunjukkan pekerjaan yang original (misalnya portofolio meliputi hasil produksi artistik/estetik seperti sajak, musik, gambar, rencana pelajaran, videotape);
5. kegiatan selama periode waktu tertentu dan rangkuman arti dari kegiatan tersebut (misalnya portofolio meliputi hasil kegiatan selama internsip atau proyek riset dengan menyesuaikan kategori yang ada, catatan harian, jurnal);
6. kemampuan untuk menampilkan dalam suatu variasi konteks tempat tertentu;
7. kemampuan untuk mengintegrasikan teori dan praktek;
8. refleksi nilai-nilai individu, pandangan dunia baru atau orientasi filosofi.

Tujuan portofolio ditetapkan berdasarkan apa yang harus dikerjakan dan siapa yang akan menggunakan jenis portofolio. Dalam penilaian di kelas, portofolio dapat digunakan untuk mencapai beberapa tujuan, antara lain:
1. mengetahui perkembangan yang dialami siswa;
2. mendokumentasikan proses pembelajaran yang berlangsung;
3. memberi perhatian pada prestasi kerja siswa yang terbaik;
4. merefleksikan kesanggupan mengambil resiko dan melakukan ekperimentasi;
5. meningkatkan efektifitas proses pembelajaran;
6. bertukar informasi dengan orang tua/wali siswa dan guru lain;
7. membina dan mempercepat pertumbuhan konsep diri positif pada siswa;
8. meningkatkan kemampuan melakukan refleksi diri; dan
9. membantu siswa dalam merumuskan tujuan.

Agar lebih jelas apa dan bagaimana Penilaian Portofolio silakan


0 Response to "Apa dan Bagaimana Penilaian Portofolio "

Post a Comment