Home » , » Model Pembelajaran CERGAM (Cerita Bergambar)

Model Pembelajaran CERGAM (Cerita Bergambar)

Cerita Bergambar

Di dalam model pembelajaran ada 3 hal yang harus diperhatikan yakni metode, strategi dan proses atau langkah-langkahnya. Model Pembelajaran bisa menggunakan media, bisa juga tidak menggunakan media. Bisa juga dilakukan di dalam atau di luar kelas. 

Salah satu model pembelajaran yang bisa dilakukan oleh bapak dan ibu guru di kelas adalah bisa menggunakan Cerbung atau cerita bersambung yang sedang digemari. Model Pembelajaran ini meniru Cerbung tetapi bukan menggunakan tulisan melainkan gambar maka diberi nama Cergam. 


Cergam ini bisa dibuat oleh bapak ibu guru sendiri, dengan catatan harus diperbanyak sebelum dikerjakan oleh peserta didik. Bisa juga Cergam ini dibuat sendiri oleh siswa. Baik secara perseorangan maupun kelompok, asalkan diberi batasan dan atau rambu-rambunya. 

Sebenarnya Cergam itu sama saja dengan cerita bersambung. Hanya saja cergam menggunakan media gambar atau foto. Disusun seperti buku cerita yang diberi titik-titik pada bagian tertentu untuk dijawab atau diisi oleh para siswa. Bisa berbentuk seperti Lembar Kerja Siswa, hanya saja ada lebih banyak gambar di dalamnya. 


Judul Cergam bisa berupa apa saja yang penting sesuai tema atau topik yang hendak dibahas di kelas. Cergam sekarang bisa diketik dan dicetak terlebih dahulu sehingga menarik agar peserta didik lebih bersemangat dalam belajarnya. Bahkan yang kreatif mungkin bisa berupa komik atau mengunduhnya melalui aplikasi di Playstore. 

Berikut alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat Cerbung (Cerita Bersambung)
1. Gambar-gambar atau foto-fotoyang relevan dengan Cergam yang akan dibuat. 
2. Kertas HVS putih sebanyak 15-20 lembar. 
3. Gunting dan Lem. 
4. Staples. 
5. Ballpoint. 
6. Penggaris. 
7. Spidol kecil warna hitam dan biru. 

Sebagai contoh kita akan membuat gambar berdasar fakta sejarah, berikut ini langkah-langkahnya: 
1. Tentukan tema terlebih dahulu. Misal: "Seputar Proklamasi Indonesia". 
2. Gunting gambar-gambar atau foto-foto dari buku atau majalah atau koran yang berkaitan dengan tema. 
3. Bisa juga di dapat dengan cara memfotocopi terlebih dahulu bila dirasa sayang untuk menggunting gambar yang asli. 
4. Tempelkan pada kertas HVS yang telah tersedia. Satu HVS bisa memuat hanya satu gambar atau dua bahkan tiga gambar tergantung besar kecilnya gambar dan narasi yang akan ditulis. 
5. Setelah selesai menempel gambar-gambar, barulah kita mengerjakan bagian narasinya. 
6. Caranya: dengan tetap membuat kalimat pernyataan yang berisi titik-titik yang nantinya titik-titik tersebut akan ditulis oleh siswa. 
7. Perhatikan: dalam pembuatan narasi, agar menyambung dengan foto berikutnya. 
8. Pekerjaan LKS ini dikerjakan oleh perorangan atau oleh kelompok. 
9. Bila dengan kelompok, di bagian akhir harus menulis kesimpulan dan saran dari cergam tersebut. 10. Jangan lupa di bagian depan atau cover LKS tersebut diberi: 
A. Judul dari tema atau bab materi yang dibahas, 
B. Mata pelajaran, 
C. Kelas dan Semester, 
D. Tahun Pelajaran. 

Kemudian di bawahnya diberi kolom: 
A. Nama, 
B. Kelas, 
C. Nomor Absen, 
D. Catatan Guru, 
E. Komentar Orangtua, 
F. Paraf Guru, 
G. Tanda-tangan Orangtua, 
H. Nilai. 

Itulah model pembelajaran dengan metode Cergam yang mungkin agak mahal karena modalnya cukup lumayan. Tetapi semua ini bisa disiasati. Semua tergantung dari bapak dan ibu guru. Jangan lupa memperbanyak sesuai jumlah siswa atau kelompok serta satu disimpan sebagai arsip. Materi ini kiriman dari Elfi ulfrida Guru SMPN 1 Kadewan Bojonegoro Jawa Timur.

0 Comments:

Post a Comment